Home » Berita » Herdensi Adnin: Tidak Semua Pemilih DPTb Mendapatkan 5 Surat Suara

Herdensi Adnin: Tidak Semua Pemilih DPTb Mendapatkan 5 Surat Suara

Medan — Herdensi Adnin, Koordinator Divisi Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan bahwa tidak semua pemilih yang termasuk dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) akan mendapatkan lima jenis surat suara pada Pemilu 2019. Hal ini dijelaskan dalam Keputusan KPU RI Nomor 227 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Penyusunan DPK, DPTb, dan Perbaikan DPT dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019.

Herdensi menjelaskan, pemilih tambahan yang bisa mendapatkan lima kertas surat suara ialah penduduk yang pindah domisili yang masih berada dalam satu provinsi dan kecamatan yang sama dengan daerah pemilihan (dapil). “Misalnya, penduduk dari kota Medan pindah ke Denai masih mendapatkan 5 jenis surat suara, karena berada di dapil yang sama yaitu Sumut 1,” jelasnya.

Sementara itu, jika pindah domisili di kecamatan beda dapil, beda kabupaten hingga beda provinsi, tidak akan mendapatkan lima jenis surat suara. “Bisa saja hanya dapat 1, 2, atau 3 surat suara bergantung pada daerah pemilihannya,” tambah Herdensi. Untuk itu Herdensi mengimbau seluruh masyarakat khususnya pemilih pindahan agar memahami jenis surat suara yang akan diperoleh pada Pemilu 2019.

Dalam petunjuk teknis dijelaskan bahwa pemilih yang terdaftar dalam DPTb dapat menggunakan haknya untuk memilih calon anggota DPR apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan satu dapil.

Kemudian pemilih dapat memilih calon anggota DPD apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi. Pemilih juga dapat memilih calon anggota DPRD Provinsi apabila pindah memilih ke daerah kabupaten/kota lain dalam satu daerah provinsi dan satu dapil.

Selanjutnya, pemilih bisa memilih calon anggota DPRD Kabupaten/Kota apabila pindah memiih ke kecamatan laindalam satu daerah kabupaten/kota dan di daerah pemilihannya.

Sementara untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden dapat dipilih oleh pemilih yang pindah memilih baik ke daerah provinsi lain maupun pindah memilih ke suatu negara.